Pembukaan santriwati PPTQ Darulfath tingkat Dasar SD

Telah dibuka pendaftaran santriwati tingkat SD

Untuk daftar KLIK DISINI

brosur-SD2

 

brosur-SD1

 

Be the first to comment - What do you think?
Posted by - July 4, 2014 at 2:49 pm

Categories: Pengumuman Pondok   Tags:

Kenapa Harus Alquran ?

Oleh : Zaky Ihyauddin

Ketika kita memutuskan diri untuk meniti jalan petunjuk, yaitu Islam. Maka sebuah keharusan bagi kita untuk mematuhi apa yang ada di dalamnya. Sebuah kewajiban yang berakibat fatal ketika kita meninggalkannya. Islam agama petunjuk ini mengajarkan kepada kita bagaimana menjalani kehidupan di dunia ini.

Rosulullah SAW bersabda : “telah aku tinggalkan bagi kalian dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh kepada keduanya tidak akan tersesat selamanya. Kitabullah (Alqur’an) dan sunnahku”.

Ya. Al qur’anlah solusi untuk mengarungi samudera kehidupan ini. Al qur’anlah yang setiap hari harus kita buka, baca, dan kita praktekkan untuk mendapatkan arti dan makna kehidupan, karena ia merupakan hudan linnas, kamus petunjuk kehidupan manusia. Kamus kehidupan yang memuat kata-kata kunci yang sangat bermanfaat dalam berkomunikasi dengan Allah, alam, manusia, dan bahkan dengan dirinya sendiri sebagai makhluk yang terbatas, untuk meraih kualitas ruhani dalam bentuk takwa.

Namun, persepsi, pengetahuan, perilaku kita sekarang ini masih belum sesuai dengan peyunjuk Al qur’an. Al qur’an sebagai kacamata kehidupan dan benteng kehidupan, ternyata tidak difungsikan secara optimal. Kitab yang berumur empat belas abad ini hanya dianggap sebagai “dokumen lama” yang kehilangan ruhnya. Al qur’an menjadi penghuni pojok serambi masjid. Bahkan berada di dalam almari berdebu yang menjadi jimat penolak bala’. Potongam-potongan ayatnya hanya menjadi hiasan dinding rumah dalam bentuk kaligrafi. Lebih dari puluhan kali musabaqah tilawatil qur’an di gelar di Negeri ini. Masing-masing bersaing dari sisi irama bacaan dan keindahan suaranya. Namun, sudahkah kita memahami apa yang dimaksud al qur’an? Benarkah makna-maknanya merasuk kedalam hati kita? Ataukah bacaan kita hanya dapat tersendat di tenggorokan tanpa menembus dinding-dinding hati kita??

Al qur’an bukanlah sebuah buku yang tak bermakna, juga bukan makhluk seperti kita. Akan tetapi al qur’an adalah kalamullah, ia adalah perkataan Allah. Jika demikian, ketika kita tengah memegang mushaf dan membacanya, maka tidak ragu lagi kita sedang diajak berbicara oleh Allah yang Maha Perkasa. Sudah tentu bagi orang-orang yang beriman akan bergetar disaat membacanya. “Apabila di bacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”. (QS. Maryam : 58)

Al qur’an Pedoman Hidup

Kita tidak membantah bahwa Al qur’an tidak aka nada keraguan sedikitpun di dalamnya, “Kitab (Al qur’an) itu tidak ada keraguan di dalamnya petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al baqarah : 2) apabila kita mengambil Al qur’an sebagai petunjuk maka tak ayal kita pasti menjadi pribadi yang bertakwa, termasuk golongan orang-orang yang beruntung mendapatkan kenikmatan abadi, surga. Jadi, tingkah laku, gerak gerik, fikiran, dan desah nafas kita harus menjadi cerminan Al qur’an. Karena Rosulullah shallahu’alaihi wa sallam sendiri seperti yang diceritakan Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallhu’anha adalah pribadi qur’ani. Budi pekertinya adalah al qur’an. Budi pekerti yang lawannya pun mengaguminya. Yang menjadikan beliau menuju maqam tinggi di hadapan Allah.

Selain menjadi patokan akhlak yang mesti dipenuhi, al qur’an harus dijadikan sumber hukum sepanjang zaman. Al qur’an memuat hukum-hukum dari yang kelihatannya remeh sampai perkara yang besar. Jangan sampai kita seperti bangsa Tartar yang ngakunya beriman kepada Allah tapi berhukum dengan Al Yatsiq buatan Jenghis Khan. Yang memuat hukum-hukum konyol dalam kehidupannya.

Sungguh perkara ini merupakan perkara yang sangat penting kita perhatikan dan kita laksanakan. Al qur’an bukanlah kitab ritual saja, yang dibaca ketika perkawinan, musyawarah,pengajian, dan acara formalitas lainnya. Namun, Al qur’an haruslah menjadi referensi hukum dalam kehidupan keseharian kita. Karena Allah menurunkan kitan ini untuk menjadi sumber hukum pokok kita, “Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al qur’an) kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu…” (QS. An nisa : 105). Allah mengancam bagi siapa saja yang tidak berhukum dengan yang diturunkannya dengan balasan yang menyedihkan. Allah sebut mereka yang tidak berhukum dengan Al qur’an dengan sebutan orang yang kafir, zholim, dan fasiq.

Dan suatu hal yang perlu kita cermati ternyata al qur’an memuat banyak hal-hal yang menakjubkan mulai dari pengungkapan peristiwa masa lampau, ramalan masa depan yang masih misteri, serta bahan kajian ilmu pengetahuan yang memberikan informasi tentang iptek yang semakin hari semakin nyata lewat kajian dan percobaan ilmiah. Sebagai contoh pengamatan atas pegunungan di Nejed (Arab Saudi) oleh Telstar (satelit amerika serikat), yang ternyata diketahui bahwa gunung-gunung itu bergerak sebagaimana awan, “ Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya. Padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah maha Mengetahui apa saja yang kamu kerjakan”. (QS. An naml : 88)

Akhirnya sebuah keharusan bagi kita untuk menjadikan Al qur’an sebagai pedoman hidup kita di setiap lini kehidupan, untuk meraih ridho Allah Sang Pencipta jagad raya ini. Wallahu a’lam

Pengging, 7 Maret 2014 10:00pm

Be the first to comment - What do you think?
Posted by - March 21, 2014 at 9:35 pm

Categories: Kajian ilmu   Tags:

« Previous PageNext Page »